Keterangan Gambar: Etik Maesawardani
Penulis: Etik Maesawardani
Ambararajanews.com- Perempuan memiliki peran yang sangat vital dalam setiap peradaban di dunia ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka sering kali dianggap sebagai "rahim peradaban" karena tugas utama mereka sebagai ibu, pengasuh, dan pendidik yang membentuk generasi masa depan. Namun, selain peran domestik tersebut, perempuan juga memberikan kontribusi yang besar di berbagai bidang, dari seni, politik, hingga ilmu pengetahuan, yang turut membentuk dan memajukan peradaban manusia.
Salah satu contoh nyata adalah tokoh-tokoh perempuan yang terlibat dalam pergerakan sosial dan politik. Kartini, misalnya, merupakan simbol perjuangan hak perempuan di Indonesia. Melalui pemikirannya yang tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menuntut pendidikan yang lebih baik untuk perempuan dan mengupayakan perubahan dalam sistem patriarkal yang mengekang kebebasan perempuan. Ia memulai gerakan emansipasi perempuan di Indonesia, menginspirasi banyak generasi setelahnya untuk memperjuangkan kesetaraan hak.
Perempuan telah menjadi agen perubahan di sepanjang sejarah. Mereka bukan hanya melahirkan anak-anak yang akan menjadi pemimpin dan pejuang masa depan, tetapi juga memberikan pengaruh besar dalam membentuk karakter sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat serta memberikan pengajaran nilai-nilai hidup yang mendalam.
Selain Kartini, ada tokoh perempuan bernama Marie Curie, seorang ilmuwan asal Polandia-Prancis, adalah contoh perempuan yang telah mengubah dunia melalui penemuan ilmiahnya. Sebagai wanita pertama yang meraih Nobel dalam dua bidang berbeda (Fisika dan Kimia), Curie menunjukkan bahwa perempuan mampu berkontribusi besar dalam bidang yang sangat didominasi oleh laki-laki, yakni sains. Penemuannya tentang radioaktivitas membuka jalan bagi kemajuan medis dan teknologi yang berpengaruh besar bagi peradaban.
Bukan hanya dibidang sains, di dunia politik, Megawati Soekarnoputri Presiden perempuan yang pertama Republik Indonesia dan satu-satunya wanita yang menduduki jabatan tersebut, menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya bisa memimpin di ranah domestik, tetapi juga mampu mengambil keputusan penting yang dapat mempengaruhi sebuah negara besar. Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dalam menghadapi tantangan politik dan ekonomi Indonesia pada masa itu menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam membentuk arah peradaban suatu bangsa.
Ir. Soekarno, presiden pertama Indonesia, pernah mengatakan bahwa "Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya," yang menegaskan pentingnya peran ibu dalam mendidik generasi penerus. Di banyak negara, ibu adalah orang pertama yang mengenalkan anak-anak kepada nilai-nilai budaya dan moral, serta memberikan dasar pendidikan yang membentuk karakter mereka. Tetapi jangan sampai lupa seorang ayah adalah Kepala Sekolah nya, jadi penting sekali kolaborasi antara peran ayah dan ibu dalam mengasuh anak.
Tidak hanya di ranah pendidikan keluarga, peran perempuan dalam pendidikan formal juga sangat besar. Malala Yousafzai dalam bukunya "I Am Malala: The Girl Who Stood Up for Education and Was Shot by the Taliban" (2013), seorang aktivis pendidikan asal Pakistan, berjuang untuk hak pendidikan anak perempuan. Meski mendapat ancaman hidup, Malala tetap teguh pada keyakinannya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak perempuan di dunia. Pada usia yang sangat muda, Malala sudah menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi agen perubahan melalui pendidikan, bahkan meskipun menghadapi kekerasan dan penindasan.
Pada hakikatnya perempuan, dengan segala perjuangan dan kontribusinya, mereka adalah "rahim peradaban." Mereka bukan hanya pengasuh yang melahirkan generasi baru, tetapi juga pelopor perubahan yang membentuk peradaban umat manusia. Dari tokoh-tokoh seperti Kartini, Marie Curie, Megawati Soekarnoputri, hingga Malala Yousafzai, kita bisa melihat bahwa perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah dunia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengapresiasi dan memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupan, karena peradaban yang lebih baik dapat tercipta ketika perempuan diberikan kesempatan untuk berkembang.
Selamat Hari Perempuan Internasional bagi seluruh perempuan disetiap penjuru, perjuangan dan kontribusimu amat berarti untuk keberlanjutan peradaban, tetaplah bahagia dan merdeka dari apa yang membelenggu, ingatlah apabila rusak kaum perempuan di suatu negara maka hancurlah negara tersebut, terkhusus laki-laki jagalah perempuan-perempuan disekitar kalian, jangan jadikan perempuan sebagai objek dan samsak emosimu, sayangi dan kasihilah para perempuan yang sejatinya ialah menjadi tiang negara.
Keterangan Gambar: Etik Maesawardani
Tentang Penulis:
Etik Maesawardani seorang perempuan yang lahir dari seorang perempuan yang mulia pula bernama ibu, ia masih aktif menjadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ia merupakan Direktur Utama Lapmi HMI Cabang Singaraja Periode 2021/2022, ia juga merupakan Ketua Umum Kohati HMI Cabang Singaraja Periode 2023/2024, dan sekarang masih menjadi Pengurus Cabang di HMI Cabang Singaraja