Ambararajanews.com_ Setelah sidang paripurna DPRD Buleleng berlangsung pada 5 Maret 2025 lalu, HMI Cabang Singaraja langsung menyambangi DPRD Buleleng pada Senin, 10 Maret 2025 kemarin.
Didit Kurniadin yang merupakan Ketua Umum HMI Cabang Singaraja didampingi 5 pengurus lainnya bersama-sama mendatangi DPRD Buleleng dan disambut baik oleh Ketut Ngurah Arya selaku Ketua DPRD Buleleng.
Dalam pertemuan tersebut, Didit Kurniadin menyampaikan bahwa tujuan audiensi ini untuk menyambung silaturahmi dan membangun sinergi bersama DPRD Buleleng.
"Tujuan kami beraudiensi tentu untuk menjalin tali silaturahmi, menyambung rasa dan pengenalan pengurus baru HMI Cabang Singaraja, kemudian memperkenalkan program kerja Training Raya, melalu program ini HMI ingin menanamkan rasa nasionalis dengan mengadakan acara kebangsaan, maka dari itu HMI ingin mengajak DPRD sebagai mitra strategis dari segi kerjasama pembangunan kebangsaan", Ujarnya.
Didit juga melanjutkan bahwa gran disign yang diangkat dalam kegiatan nasional Training Raya ini tentang Pendidikan dan Pariwisata.
"Kami akan mengadakan Training Raya dengan tema Pendidikan dan Pariwisata. Pendidikan merupakan pilar peradaban, ketika kualitas pendidikan meningkat, kualitas bidang lain akan ikut meningkat. Singaraja dikatakan sebagai Kota Pendidikan harus selalu memperhatikan pendidikan yang ada. Indonesia emas 2045 tergantung kondisi anak mudanya sekarang terutama di sektor pendidikan. Kemudian tema pariwisata diangkat karena Bali sangat kental dengan pariwisatanya baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Keunikan wisata di Bali karena didukung oleh budayanya sehingga memiliki karakteristik sendiri dan menjadi daya tarik untuk wisatawan yang datang. Tujuan kami agar sekiranya dapat mempromosikan Bali kepada masyarakat luar", jelas Didit
Menanggapi yang disampaikan Didit, Ketut Ngurah Arya atau panggilan akrabnya Arya Bodo menyampaikan siap bergandeng tangan dengan HMI.
"Selamat menunaikan ibadah puasa ya, saya senang adik-adik HMI memiliki rasa tanggung jawab di Buleleng dalam pembangunan sumber dayanya, generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, pemikiran yang baik dan dampak yang baik akan diterima baik pula oleh masyarakat. Jangan sampai Kota Pendidikan menjadi buram karena tidak bisa mempertahankan nama yang telah disematkan Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan, DPRD terbuka menjalin komunikasi dengan HMI dan siap bergandengan dengan kader HMI dalam pembangunan daerah ", Ujarnya.
Sebelum audiensi berakhir, Arya Bodo menyampaikan rasa kekagumannya dengan HMI dan menekankan bahwa toleransi menjadi kunci kerukunan umat.
"Kita di Buleleng memang harus selalu menjaga Singaraja dengan simbolnya sebagai Kota Pendidikan salah satunya melalui kegiatan-kegiatan dari HMI. Dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung, saya rasa itu yang tercermin dari anak-anak HMI, selain itu HMI juga selalu bisa berbaur dengan masyarakat. Toleransi menjadi hal yang utama untuk menjaga kerukunan umat, maka kita harus menjunjung tinggi toleransi. Itu juga yang sering saya lakukan di Gerokgak untuk menjaga kerukunan antar umat. Kita harus mampu saling menghormati satu sama lain, tidak memandang golongan dan dari kelompok mana orang itu berasal. Membantu orang tidak harus melihat suku, rasa agamanya", Ucap Arya.
Terakhir, Arya menyampaikan bahwa Pariwisata Buleleng memang memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan dan harus bersinergi dengan berbagai elemen salah satunya HMI.
"Untuk pariwisata di Buleleng, memang banyak potensi pariwisata yang ada disini dan harus dimaksimalkan. Langkah kreatif dan inovatif merupakan jalan untuk melihat peluang. Terutama bagi anak-anak muda. Untuk itu semoga kita bisa berdiskusi panjang lagi, untuk kegiatan yang akan datang semoga bisa kita sinergiskan lagi", Tutupnya.