Penulis: Tim Redaksi LAPMI HMI Cabang Singaraja
Ambararajanews.com- Dialog Ramadhan Ceria bersama HMI Cabang Singaraja dan RRI Singaraja pada Jumat, 07 Maret 2025 berlangsung seru.
Mengisi agenda bulan suci ramadhan, HMI Cabang Singaraja bersama RRI Singaraja berdialog ceria dengan tema "Ramadhan dan Self-Healing Menjadikan Puasa sebagai Momen Refleksi Diri".
Dalam dialog tersebut dihadiri oleh Etik Maesawardani selaku Sekretaris Umum HMI Cabang Singaraja bersama Hayyul Arzyl selaku Ketua Umum Komisariat FMIPA dengan didampingi oleh Eny sebagai host.
Selama dialog berlangsung Etik Sekretaris Umum HMI Cabang Singaraja menyampaikan bahwa puasa ramadhan sebagai momen merefleksi diri dan penyembuhan diri.
"Berpuasa di bulan Ramadhan selain menjadi kewajiban kita umat Islam, juga menjadi momen kita untuk merefleksi diri, bagaimana kita di 8 bulan yang lalu memiliki banyak salah dan khilaf, kita coba perbaiki di bulan yang suci dan penuh berkah. Bulan ramadhan ini juga menjadi tempat kita menyembuhkan diri dari penyakit hati yang mungkin sudah lama memiliki rasa iri hati, dengki, dendam, amarah, sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi", tutur Etik.
Dilanjutkan dengan Arzyl, ia menyampaikan bahwa puasa adalah waktu untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.
"Berpuasa itu adalah momentum kita untuk memperbaiki kualitas diri melakukan aktivitas yang bernilai positif dan meninggalkan aktivitas-aktivitas yang negatif. Puasa adalah waktu untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, bukan ajang malas-malasan seperti tidur sepanjang hari, karena aktivitas ini menghilangkan esensi puasa itu sendiri yakni mencapai pribadi yang bertakwa", Ucap Arzyl.
Dalam closing statement Etik dan Arzyl memberikan ungkapan bernilai semangat kepada semua umat yang menjalankan ibadah puasa ramadhan serta menegaskan bahwa ramadhan juga menjadikan kita manusia yang lebih berempati dengan sesama.
"Jadikanlah puasa ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjauhi aktivitas-aktivitas yang bernilai mubah atau mengurangi pahala. Jadilah orang-orang yang memuliakan ramadhan dengan menyambutnya dengan penuh semangat dalam beribadah, terlahirlah kembali dengan fitrah dan menjadi umat yang saling berbagi dan memiliki jiwa empati yang tinggi", Ucap Arzyl.
"Ramadhan hanya satu kali dalam satu tahun, maksimalkanlah kualitas ibadah kita pada ramadhan tahun ini, karena belum tentu kita akan bertemu dengan ramadhan yang akan datang, laksanakanlah ibadah ramadhan ini dengan penuh keikhlasan dan penuh keimanan, tingkatkan rasa empati kepada sesama, saling berbagi dan saling mengasihi, sungguh orang-orang yang tidak berubah menjadi lebih baik dari hari ini adalah termasuk orang-orang yang merugi ", tutup Etik.