Ket. Gambar : Siaran acara Ramadhan Ceria Pro 2 RRI Singaraja
Ambararajanew.com_Kohati HMI Cabang Singaraja mengisi program Ramadhan Ceria yang disiarkan oleh Pro 2 RRI Singaraja, Bali pada Selasa, 04 Maret 2025. Program ini adalah kegiatan bincang-bincang seputar bulan ramadhan yang dibuat menjelang waktu berbuka puasa. Kohati (Korps HMI-Wati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja mengajak generasi muda menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan diri.
Dialog bertema "Keutamaan Bulan Ramadhan dan Hal-hal yang Dirindukan" dihadiri langsung oleh Nur Hadiyani Liza Putri selaku Ketua Umum Kohati HMI Cabang Singaraja, dan Sultupi Ilaihi Aprianti, Sekretaris Umum Kohati HMI Cabang Singaraja.
Dalam perbincangan tersebut, Liza menceritakan bahwa Ramadhan selalu punya kesan tersendiri. Ramadhan menurutnya memiliki suasana yang berbeda yang menjadikannya bulan yang dirindukan dan ditunggu-tunggu kehadirannya setiap tahun.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat berkesan. Mulai dari sahur bareng keluarga, tarawih dengan teman-teman yang jarang kumpul, sampai tradisi bagi-bagi takjil di jalan. Semua itu buat Ramadhan selalu ditunggu-tunggu tiap tahun," ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Apri. Ia mengaku ada suasana hangat yang selalu menyertai Ramadhan. Tak hanya itu, Ramadhan juga menjadi momen yang sangat spesial bagi Apri karena banyak orang berlomba-lomba berbuat kebaikan.
"Di bulan Ramadhan ada rasa yang susah dijelaskan. Ditambah dengan suasana ngabuburit, buka puasa bersama, dan silaturahmi yang lebih erat. Itu semua yang buat bulan Ramadhan spesial banget," ucapnya.
Dalam on air tersebut Liza juga menyampaikan bahwasanya Bulan Ramadhan tidak hanya membahas tentang momen-momen yang dirindukan saja akan tetapi banyak keutamaan yang hanya ada dan kita temukan di bulan Ramadhan. Menurut Liza, Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, tapi juga bulan penuh kesempatan memperbaiki diri.
"Kalau dipikir-pikir, di bulan suci Ramadhan ini kita diberikan banyak banget peluang buat berubah jadi lebih baik. Mulai dari sholat wajib, amalan Sunnah seperti rajin membaca Al-Qur'an, sampai belajar nahan emosi dan ego. Dan yang paling istimewa semua kebaikan sekecil apapun, pahalanya dilipatgandakan. Jadi sayang banget kalau kita lewatkan dan tidak kita manfaatkan dengan baik" ucapnya.
Apri menambahkan Ramadhan tak hanya mengajarkan untuk menahan lapar dan haus saja. Disisi lain, Ramadhan juga mengajarkan tentang kesederhanaan dan kepedulian sosial.
"Yang paling berasa di bulan Ramadhan itu kita belajar banyak soal empati. Ngerasain gimana rasanya lapar seharian bikin kita lebih peka dengan orang-orang di sekitar yang kurang mampu. Makanya, di Ramadhan, kita cenderung lebih ringan tangan buat berbagi," ungkapnya.
Keduanya juga berbagi tips agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna. Salah satunya, menurut Liza, adalah menjaga konsistensi ibadah dari awal sampai akhir.
"Tidak bisa di pungkiri ni kak, biasanya semangat kita tinggi di awal saja nih, makin ke tengah suka mulai loyo, lemas. Maka dari itu penting banget punya lingkungan yang positif, saling mengingatkan dan saling menyemangati biar ibadahnya tetap jalan sampai akhir," ujarnya.
Apri juga menekankan pentingnya menikmati Ramadhan dengan santai dan tulus, tanpa beban.
"Gak perlu ngebandingin diri sama orang lain itu penting banget sih. Setiap orangkan punya perjalanan spiritualnya sendiri. Yang penting, kita jalani dengan hati yang ikhlas dan senang," katanya.
Di akhir sesi, keduanya berharap Ramadhan tahun ini membawa berkah dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kualitas diri.
"Semoga Ramadhan kali ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi memang benar-benar jadi momen buat refleksi diri, memperbaiki ibadah, dan mempererat silaturahmi," ucap Liza mengakhiri.
#Kohati #Cerdas #Mandiri #Berprestasi