Validasi Eksternal Ala Firaun dan Gen Z

 




Sumber Gambar: Google.com

Penulis: Marwan


AMBARARAJANEWS.COM_Di setiap zaman, konsep validasi eksternal telah menjadi hal yang sering dikaitkan dengan penggunaan media, seperti pembuatan bangunan megah fenomenal dan lukisan personal, hingga kini zaman yang sama sekali berbeda dengan media yang bersifat visual, sebut saja Intagram, Facebook, dan stroryline Platform.

Menacari validasi ala Firaun, tentu pembaca yang budiman sudah kenal beliau Raja Egypt (Mesir) untuk memperoleh pengakuan dari rakyat Mesir bahwa ia adalah tuhan, Firaun membuat bangunan yang dikenal sebagai piramida giza. 

"Lihatlah sudah mati Tuhan Musa, Dia Hanyalah pembohong belaka," Ucap Fir'aun setelah menuruni menera yang dibuat oleh arsitek kepercayaannya Hamam dengan anak panah yang dilumuri darah domba demi membuktikan bahwa itu darah dari Tuhan Musa, Tafsir Ibni katsir, (Al Qashash : 38/Al Mu'min 40 : 36-37/Taurat/thehillim).

Selanjutnya di zaman ini yang diPenuhi Gen Z. untuk memperoleh pengakuan dari orang lain, tidak perlu biaya banyak dan melakukan perbudakan kepada bangsa israel selama 400 tahun seperti yang dilakukan Firuan, zaman ini murah mudah dan cepat dan tentu saja bisa dilakukan dengan rebahan. 

Hanya dengan cekrek dan sedikit kata mutiara, kemudian klik uploud, muncul komentar dari teman, keluarga, simpatisan, mantan, haters, dan spyware bonusnya, seseorang sudah divalidasi, tentu dengan ekspresi terbaik versi masing-masing. 

Menurut pakar Psikolog Konseling Will Dr. Preeti Kocchar mengatakan, validasi secara emosional melibatkan pemahaman dan menunjukkan penerimaan terhadap perasaan orang lain.

"Ketika orang menerima validasi jenis ini, mereka merasa bahwa emosi mereka tidak hanya dilihat dan didengar orang lain, tetapi berharap perasaannya diterima," ungkapnya yang dilansir dari laman Healthshots.

"Jika seseorang merasa bahwa pikiran, perasaan, dan emosinya tidak didengar dan dipahami, mereka juga merasa terisolasi dan tidak didukung. Jadi, selama periode waktu tertentu, ini dapat memicu rasa tidak aman pada beberapa individu, di mana mereka merasa kurang dan menjadi pecandu validasi,"

Menurut Dr. Kocchar, seseorang yang ingin mendapatkan perhatian terjadi karena beberapa alasan mulai dari emosi yang tidak normal, harga diri yang rendah, dan gangguan kepribadian. 

untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain jangan sampai jadi Firaun ya, cukup terus belajar dan mengembangkan kemampuan serta menambah kapasitas diri.