AMBARARAJANEWS.COM- Sejumlah mahasiswa Bali Utara melakukan aksi damai menolak kenaikan harga BBM bersubsidi pada Jum'at (09/09/2022) siang.
Aksi yang dilakukan di depan kantor DPRD buleleng dengan pengawasan dari pihak kepolisian ini berjalan dengan lancar tanpa tindakan anarkis.
Menyoroti kenaikan BBM yang baru ditetapkan oleh pemerintah, Ketua Umum Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Singaraja, Lidiawati menyuarakan kegeramannya atas kebijakan tersebut.
"Kami dari organisasi kemahasiswaan berkumpul disini untuk menyuarakan aspirasi masyarakat atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi yang mencekik masyarakat golongan menengah kebawah, kami menyatakan kecewa kepada pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat," tegas Lidia.
Lebih lanjut, dirinya menyatakan bahwa kenaikan BBM bersubsidi berimbas langsung pada perempuan yang dalam hal ini mengatur kebutuhan rumah tangga.
"Kenaikan harga BBM bersubsidi sangat meresahkan masyarakat terlebih lagi perempuan yang merupakan kelompok paling merasakan dampak dari kenaikan harga BBM. Pasalnya perempuanlah yang lebih banyak mengatur kebutuhan rumah tangga ditengah harga kebutuhan pokok merangkak naik dan daya beli yang menurun. Perempuan, anak dan lansia berisiko menanggung dampak terberat di dalam keluarga," Lanjutnya
Para masa aksi menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan kedepannya bisa membuat regulasi yang pro rakyat.