Bertahun-tahun sudah rasa ini terpendam
Tak sempat tersampaikan kepadamu wahai Adam
Karena sejatinya wanita itu lebih memilih diam dan memendam
Sampai pada akhirnya rasa itu dengan sendirinya akan padam
Saya berterimakasih kepadamu wahai Adam
Karenamu saya mengerti arti cinta dalam diam
Arti menyulam dengan benang hitam di atas kain hitam
Tak terlihat bekasnya oleh orang awam
Tetapi, tusukan demi tusukan dirasakan oleh saya pengagum rahasiamu yang lebih memilih bungkam
Kata orang bijak, berdoa di sepertiga malam ibarat memanah tepat sasaran
Jangan tanya lagi, sudah berapa kali saya mencoba memanah agar tepat sasaran
Kata orang-orang, doa saja tanpa usaha juga tidak akan merubah keadaan
Jangan tanyakan tentang usaha, karena usaha demi usaha agar bisa melihatmu walau sekejap mata sudah kutorehkan
Tetapi mungkin kamu yang tak pernah peduli
Yang tak pernah membuka hati
Atau saya yang terlalu berharap kepada mu sebuah empati
Hahaha...
Memang bodoh
Sejak saat itu, saya tak peduli lagi dengan jodoh
Jika memang waktunya sudah tepat
Dan Allah telah menghadirkan orang yang tepat
Maka saya akan menua bersamanya
Dalam ikatan cinta yang diridhoi-Nya
Dan bersama-sama kita menggapai jannah-Nya
Tentang Penulis: Seorang gadis yang gemar memendam rasa dalam sunyi dan bercita-cita menjadi bidadari surga