Menjawab Keraguan Masyarakat Terkait Vaksin Covid-19, HMI Cabang Singaraja Gelar Diskusi Publik


Ket. Gambar: Suasana Diskusi Publik yang dihelat HMI Cabang Singaraja di kantor DPRD Kab. Buleleng

Sumber Gambar: Dok. HMI Cabang Singaraja



AMBARARAJANEWS.COM_Polemik mengenai vaksin Covid-19 di masyarakat masih terus bergulir. Pasalnya, gelombang penolakan tak hanya ditunjukan oleh masyarakat umum namun juga pejabat negara. Tak tinggal diam, pemerintah melakukan berbagai upaya antisipasi terhadap respon yang kurang positif tersebut, salah satunya dengan memberikan vaksin terhadap orang-orang yang berpengaruh di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, penolakan terhadap vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin Covid-19 yang masih sangat tinggi. Tak hanya itu, banyak masyarakat yang masih mempertanyakan keefektivan dari vaksin tersebut.

Menanggapi gejolak yang terjadi, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Singaraja menginisiasi untuk melaksanakan sebuah Diskusi Publik dengan mengundang pemateri yang menjadi garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penularan virus Corona. 

Diskusi Publik yang mengusung tema “Vaksin, Opini vs Realita” yang sukses diadakan pada 13 Februari 2021 itu menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng, Satgas Covid-19 dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bambang Irawan selaku moderator.

Dalam diskusi publik tersebut, turut hadir Ketua KMPI Buleleng, I Putu Gede Parma S.St.Par., M.Par. dan sejumlah OKP seperti PC IMM Buleleng, PC PMII Buleleng dan PC KMHDI Buleleng. Sementara dari Internal kamus hadir Ketua MPM Rema Undiksha dan perwakilan dari PMM Al-Hikmah Undiksha.

Acara yang berlangsung di Kantor DPRD Buleleng itu merupakan sebuah wadah yang diperuntukan untuk menjawab keraguan mengenai Vaksin Covid-19 yang kini tengah disalurkan pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Vaksin tersebut digadang-gadang mampu memproteksi diri masyarakat dari Covid-19.

Diskusi Publik itu diawali dengan penyampaian materi dari anggota IDI, dr. Made Widiastika, Sp.Pd. Beliau mengatakan bahwa vaksin yang beredar di Indonesia saat ini sudah mendapatkan izin dari organisasi kesehatan dunia.

“Vaksin Sinovak yang saat ini digunakan pemerintah sebagai benteng pertahanan terhadap Covid-19 telah melalui beberapa tahap uji coba. Sinovak sendiri telah mendapat izin penggunaan dari WHO, sementara di Indonesia sendiri sudah dilegalkan penggunaannya oleh BPOM“ ungkap dr. Widiastika saat menyampaikan materi.

Dr. Widiastika menjelaskan bahwa meskipun pengeluaran izin terkait vaksin tersebut didasarkan pada penggunaan darurat, dirinya mengatakan bahwa Sinovak aman digunakan dan sangat efektif untuk memperkuat kekebalan tubuh. Meski begitu, tak semua orang bisa disuntikkan vaksin Covid-19.

“Ada beberapa kategori masyarakat yang tidak boleh menerima vaksin, salah satunya adalah penderita penyakit komorbid atau penyakit penyerta, contohnya penyakit jantung atau ginjal. Selain itu, lansia yang memang memiliki kekebalan tubuh rendah juga sebaiknya tidak menerima vaksin” jelas dr. Widiastika.

Sementara itu, Nyoman Budiastawan, SKM. MAD yang dalam diskusi publik tersebut juga didapuk sebagai narasumber mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan diskusi semacam itu dan menghimbau masyarakat untuk mau divaksin.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini. Kami berharap mahasiswa dapat menjembatani kami dengan masyarakat agar mau divaksin. Agar segala aspek yang terdampak Covid-19 bisa berjalan seperti sedia kala. Kemudian, saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai vaksin ini, karena efek samping yang ditimbulkan sangat kecil bahkan tidak ada” tutur Budiastawan selaku Wakil Sekda Kabupaten Buleleng.

Lebih lanjut Budiastawan mengaku bahwa respon masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng terkait pemberian vaksin sangatlah positif. Dirinya mengaku ketakutan masyarakat sudah berganti dengan antusias yang luar biasa. 

“Sudah banyak masyarakat, tenaga medis, juga pejabat daerah yang berbondong-bondong ingin divaksin. Tentunya ini erat kaitannya dengan masyarakat yang mulai sadar betapa pentingnya vaksin untuk melindungi tubuh dari Covid-19” ucapnya.

Selanjutnya, pemateri ketiga yaitu I Gede Artamawan S.KM., M.AP selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kabupaten Buleleng mengatakan alasan mengapa masyarakat harus diberi vaksin sesegara mungkin.

“Ada beberapa tujuan mengapa masyarakat perlu melakukan vaksinasi, antara lain menurunkan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan kelompok, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan, serta menjaga produktifitas dan meminimalisir dampak sosial” jelas Artamawan.

Menanggapi keraguan yang masih dirasakan oleh masyarakat, Artamawan menuturkan bahwa itu disebabkan karena masyarakat masih kurang paham terkait pentingnya vaksin.

“Tidak dipungkiri bahwa pemerintah tidak hanya berjuang melawan virus Covid-19 tetapi juga harus melawan hoax. Karena di media sosial banyak sekali berita-berita yang beredar dan tidak sesuai dengan fakta. Namun menanggapi hal itu, kami sebisa mungkin memberikan masyarakat informasi yang tepat baik itu secara langsung maupun melalui media sosial” katanya. 

Agung Ardiansyah selaku Sekretaris Umum HMI Cabang Singaraja menyampaikan bahwa Diskusi Publik yang telah diadakan merupakan langkah mencari kejelasan dari keraguan yang selama ini dialami masyarakat.

“Saya apresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh bidang PTKP ini, yang membawa tentang isu sentral yang digelisahkan oleh masyarakat, dalam keadaan pandemi. Keadaan darurat kesehatan seperti ini, jangan sampai kehilangan harapan dan ikhtiar. Bertabayun, berdiskusi mencari kejelasan seperti hal kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar kita sebagai mahasiswa” ungkap Agung. 

Sejalan dengan Sekum HMI Cabang Singaraja, Ketua Panitia kegiatan Diskusi Publik, Ari Darman berharap dengan adanya kegiatan itu kegalauan masyarakat mengenai vaksin Covid-19 bisa terjawab.

“Kami berharap hasil diskusi yang kami dapatkan ini bisa kami sampaikan langsung kepada masyarakat luas, agar masyarakat mendapat titik terang dari apa yang selama ini mereka ragukan” tutur Ari Darman.

Jurnalis: Nur Alfillail Editor: Etik Maesawardani