Sumber Gambar : Kegiatan Pelantikan Pengurus HMI Cabang Singaraja, masa bakti (2020-2021). Bertempat di Gedung Pertemuan Hotel Hawaina, Singaraja, Sabtu (15/2/20).
Pelantikan Pengurus HMI Cabang Singaraja, masa bakti 2020-2021. Berlangsung sangat meriah. Dihadiri secara langsung oleh Bapak Komang Sumertajaya, selaku Kesbangpol, Kakanda Juliadi, Kakanda Suwardi Rasyid, Kakanda Tabrani selaku MD KAHMI Buleleng, serta perwakilan dari berbagai OKP, seperti KNPI, IMM, KAMMI, PMII, KMHDI PC Buleleng, Pemuda Anshor.
Kegiatan Pengukuhan Kepengurusan HMI Cabang Singaraja kali ini, mengusung tajuk tema "Menciptakan Pemimpin Intelegensia melalui Pergerakan Mahasiswa Bali Utara Pasca Reformasi sampai Era Distrupsi". Pengambilan tema, sejalan dengan hari peringatan Milad HMI yang ke-73 yang baru saja jatuh dan berlangsung diperingati pada tanggal 5 Februari 2020. Pasca didirikanya HMI pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H atau bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1947.
Kepengurusan HMI Cabang Singaraja yang baru dan resmi dilantik setelah mengikuti pembacaan ikrar pelantikan. Selama prosesi berlangsung, seluruh pengurus baru HMI Cabang Singaraja yang dilantik dengan khidmat mengikuti pembacaan. Kemudian dilanjutkan dengan penyematan (gordon) dan (muts) secara simbolik yang dipandu secara langsung oleh Kakanda Muhammad Syahril, selaku Ketua Bidang Pembinaan Anggota (Kabid PA) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).
Achmad Chalim, selaku Mantan Ketua Umum, mengatakan bahwa seorang ketua umum dan para ketua bidang harus mampu membangun kepercayaan seluruh anggota, karena cara tersebut adalah strategi untuk memperkuat organisasi," Ujar Achmad Chalim.
"Harapan besar dari saya Kepengurusan yang baru saja dilantik, semoga bisa lebih baik dan Amanah. Serta bisa membawa marwah (mission HMI) yang lekat dengan ajaran (Pengabdian), dan ajaran Keislaman, serta Keindonesiaan untuk pencerahan dan Kemajuan Peradaban Indonesia.
Karena mau tidak mau kalian semua yang sekarang sudah dilantik merupakan Kader Harapan Bangsa, atau Harapan Masyarakat Indonesia (HMI) yang akan meneruskan estafet kepemimpin dalam segala lini kehidupan" Tegas Achmad Chalim.
Bayu Angga Saputra, selaku Ketua Umum, yang baru saja dilantik. Dalam sambutanya menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru adalah bukti hidupnya perkaderan di HMI Cabang Singaraja dan harus diartikan sebagai pergerakan roda orgasasi dari masa ke masa (estafet kepemimpinan). Ujar, Bayu Angga Saputra. Dalam sambutanya sebagai Ketua Umum HMI Cabang Singaraja Masa Bakti (2020-2021).
"Harapan besar dari saya Kepengurusan yang baru saja dilantik, semoga bisa lebih baik dan Amanah. Serta bisa membawa marwah (mission HMI) yang lekat dengan ajaran (Pengabdian), dan ajaran Keislaman, serta Keindonesiaan untuk pencerahan dan Kemajuan Peradaban Indonesia.
Karena mau tidak mau kalian semua yang sekarang sudah dilantik merupakan Kader Harapan Bangsa, atau Harapan Masyarakat Indonesia (HMI) yang akan meneruskan estafet kepemimpin dalam segala lini kehidupan" Tegas Achmad Chalim.
Bayu Angga Saputra, selaku Ketua Umum, yang baru saja dilantik. Dalam sambutanya menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru adalah bukti hidupnya perkaderan di HMI Cabang Singaraja dan harus diartikan sebagai pergerakan roda orgasasi dari masa ke masa (estafet kepemimpinan). Ujar, Bayu Angga Saputra. Dalam sambutanya sebagai Ketua Umum HMI Cabang Singaraja Masa Bakti (2020-2021).
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Dialog Publik, yang tidak kalah menarik. Kali ini, para Nara sumber yang dihadirkan yakni K.H Maksum Amin, Dr. I Made Pageh M. Hum, Kharim Abraham, I Gede Suardana, I Putu Gede Parma S.St. Par, M. Par.
Dialog publik ini fokusnya, membahas tentang "peran pemuda khususnya pergerakan mahasiswa di Bali Utara". Khususnya dalam melawan hegemoni dari aksi masif pergolakan mahasiswa yang awalnya yang massif di Kampus dan di jalanan menentang dan untuk bersuara dengan lantang, menurunkan kegigihan rezim otoriter Soeharto dengan penyesuaian jiwa zaman pada saat itu, sampai gerakan mahasiswa saat ini yang serba digital yang lebih banyak menyesuaikan aksinya dengan memanfaatkan teknologi dunia maya dalam mengkritisi kebijakan Pemerintan,".
Dr. Made Pageh, selaku Dosen Jurusan Sejarah UPG, Universitas Pendidikan Ganesha, menyampaikan bahwa "Jejak massif dan dalam pola pergerakan mahasiswa kami, sejak era Orde Baru, hingga era reformasi, masih membekas dalam setiap ingatan saya."Ujar Made Pageh.
Saya masih ingat betul, untuk melindungi mahasiswa saya dari kejaran tentara orde baru, saya seru mereka untuk bisa berkumpul bersama di rumah saya, karena saya tidak pernah berpikir untuk takut mati".
"Bagi saya, kebenaran akan terungkap, sebagai dosen bila kita melindungi mereka pasti apabila saya hilang, mereka pastinya sebagai mahasiswa saya, akan menyuarakan protes atas hilangnya jasad saya" Tegas Made Page.
Pemuda harus terus bergerak agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Mahasiswa diharapkan mampu mempertahankan idealismenya agar tidak terkunggkung dalam ketakutan terhadap penguasa," Ujar, I Gede Suardana".
“Jadi sangat jelas, yang bisa melawan hegemoni adalah kecerdasan intelektual" Tegas I Gede Suardana, Alumni KMHDI.
Jurnalis: Nur Alfillail|Editor: Franky Dwi Damai